Stay Social during Self-quarantine - Female Daily Talk

khansalrst19

Beauty Savvy

25 - 29

Stay Social during Self-quarantine

10

18

Selama periode physical distancing ini, yang paling berasa langsung efeknya adalah aktivitas sosial kita jadi bener-bener berkurang drastis! Memang sih, kita masih bisa memanfaatkan teknologi untuk video call atau malah main game bareng temen-temen, tapi kok kayaknya masih kurang maksimal ya? Sebagai orang yang tergolong introvert, saya pikir physical distancing ini gak akan berpengaruh besar ke “tangki” sosial saya, tapi lama-lama saya rindu juga berkumpul bersama sahabat, ketawa-ketawa sambil update personal life masing-masing di restoran favorit :( Kalian sendiri gimana nih mengatasi keterbatasan sosial akibat pandemi ini? Kalau kalian punya pertanyaan atau kesulitan dalam menghadapi situasi kayak gini, sesimpel karena kangen bercanda bareng temen kantor, kangen sama pasangan, bahkan gak bisa ketemu keluarga karena sedang merantau dan gak bisa balik ke daerah asal, silakan banget dituangkan keluh kesahnya disini! Nuran Abdat, M. Psi, Psikolog, Psikolog dari Brawijaya Hospital & Clinic akan sharing apa aja sih yang bisa dilakukan supaya social needs kalian selalu terpenuhi dalam masa-masa seperti ini🥰

Tags

physical distancing

social life

mental health

kesehatan mental

02 Apr 2020 ∙ Edited


sort by

TALK

kristhrs

Beauty Advisor

19 - 24

03 Apr 2020

sejujurnya karena social distancing ini membuat saya sebagai seorang introvert secara bersamaan kena serangan sosial lewat media sosial. berbagai macam ajakan video call dan tag2an instastory. jujur agak sedikit overwhelmed. karena kalau keadaan normal tuh biasanya kerja aku ya hanya fokus dengan kerjaan, kemudian malam pulang aku langsung istirahat. nah ketemu temannya kalau weekend saja atau beberapa kali dr pulang kantor. nah karena skg physical distancing, semua org ramai ajak video call dr pagi (untuk kerjaan), sampai malam temen2 kdg merasa yuk ngobrol stlh jam kerja. kira2 bagaimana yaa cara menolak ajakkan dgn baik tapi aku tetap bisa berteman dengan mereka?

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@kristhrs Hai, semoga sehat ya! Beragam perasaan yang terjadi dalam perubahan yang ada. Hanya saja, perubahan yang terjadi tidak berarti membuat kita mengikuti segalanya, akan tetapi kita diharapkan dapat beradaptasi dengan bijaksana. Apabila mba merasa terganggu dengan sistem komunikasi yang dilakukan, maka sebaiknya dapat memberikan batasan dan aturan dalam prosesnya. Mba dapat melatih diri untuk lebih asertif dalam bersikap. Mba dapat melatih menanggapi situasi dengan meyakini saat menjawab “YA / TIDAK”, dengan menganalisa kondisi saat itu adalah bagian dari cara kita merawat diri (self-care). Dear, being able to say no in loving way, it shows self respect. That’s a responsive way to show your self care. Let’s try! :)

indahnabila

Beauty Newbie

19 - 24

03 Apr 2020

hi mbak, gimana yah tipsnya untuk reach out ke orang lain tapi tanpa bikin mereka ngerasa keganggu gitu? karena my friends seems busy dengan kerjaan masing-masing akhir-akhir ini, aku jadi ngerasa gak enak sendiri untuk ngajak mereka ngobrol :(

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@indahnabila Hello mba! Momen yang tepat dapat kita ketahui dengan melakukan komunikasi terlebih dahulu. Maka, sebaiknya mencari tahu lebih dalam mengenai aktivitas masing-masing agar membentuk kenyamanan bagi semua pihak. Setelah itu, coba untuk disiplin menggunakan waktu yang ditetapkan sebagai batasan yang dimiliki bagi diri dan orang lain untuk tetap terkoneksi dengan bijaksana. Gunakan aplikasi chat untuk menyapa melalui chat atau video call, saling mengingatkan waktu pertemuan dengan gunakan google calender, serta gunakan media sosial lainnya yang dapat membuat tetap terhubung. Jangan lupa, tetap memberikan apresiasi pada teman atau sahabat kita saat berhubungan.

kiraneeey

Beauty Newbie

19 - 24

03 Apr 2020

kak gimana ya caranya maintain pdkt supaya tetap ada sparksnya? soalnya kayak statis aja gitu karena gak bisa jalan bareng atau ketemu sering-sering hiksssss

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@kiraneeey Hey mba! It’s challenging isn’t it? Di tengah tantangan yang dihadapi, tidak mungkin menghilangkan pikiran yang tidak menyenangkan atau mencemaskan, akan tetapi kita bisa coba untuk lebih kreatif dalam hubungan untuk keep it intact and improve the quality of relationship. Kita bisa coba beberapa cara untuk menyelamatkan hubungan yaitu: 1. Keep communication open and honest – Make time to discuss. 2. Tunjukkan rasa empati. 3. Kenali bahasa cinta pasangan. 4. Upayakan untuk saling memberikan apresiasi dari hal-hal yang dilakukan pasangan. 5. Berikan small act of surprise seperti kirim makanan, kirim surat. 6. Do activities with your partner such as movie date virtually, dinner time virtually, share your moment. Di sisi lain, jangan lupa untuk tetap memiliki “alone time” bagi masing-masing pasangan ya. Still make your own time to do some self care stuffs.

yellowbanana

Beauty Newbie

19 - 24

03 Apr 2020

kenapa social interaction di situasi seperti ini jadi penting banget ya mbak? padahal dulu aku bisa banget gak keluar rumah berhari-hari dan fine aja tanpa ada interaksi sosial dengan orang lain

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@yellowbanana Hi there! Pada dasarnya setiap manusia memiliki kebutuhan dalam berinteraksi sosial. Manusia membutuhkan orang lain untuk mengembangkan dirinya. Setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda ya, akan tetapi kebutuhan interaksi sosial ini dimiliki dan dibutuhkan oleh setiap karakter kepribadian. Dahulu mba dapat beraktivitas sendiri, hanya saja dahulu kehidupan ideal dan tidak ada pembatasan yang lebih jelas seperti saat ini. Maka, situasinya sulit untuk dibandingkan karena sangat berbeda. Pada masa pandemi seperti ini, kita merasakan kesendirian atau kesepian karena pola yang baru dalam situasi tidak ideal. Kondisi saat ini cenderung dapat membuat seseorang merasa sendiri, tidak berdaya, tidak bermanfaat, dan tidak disiplin. Maka itu, dengan tetap terkoneksi dengan lingkungan secara virtual dan terkoneksi dengan diri sendiri semakin dibutuhkan dan semakin penting.

disneycoffee

Beauty Newbie

30 - 34

03 Apr 2020

gimana kalo kita udah ngelakuin tips tips untuk keep in touch dengan teman-teman dan reconnect dengan diri sendiri, tapi masih belum bisa memenuhi our needs of social life, apa yang harus dilakukan mbak?

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@disneycoffee Hi dear, semoga hari ini berhasil melakukan kegiatan yang menyenangkan! Bicara tentang needs, tentunya kita tidak dapat samakan standar idealnya dengan kondisi di masa pandemi ini. Jadi, mari kita kenali kondisi ideal dan tidak idealnya ya. Dalam melengkapi kebutuhan diri tentunya butuh beragam metode, mba boleh melakukan analisa terlebih dahulu, apakah sudah mencoba membuat rutinitas dengan pattern yang disesuaikan dengan diri? Jika belum, mba dapat mencoba terlebih dahulu untuk mengetahui efeknya. Manusia yang memiliki kontrol terhadap pikiran dan perilakunya, maka untuk menumbuhkan keberdayaan diri dibutuhkan beragam upaya. Selain terkoneksi dengan lingkungan dan belajar mengenal diri, bisa melakukan upaya dengan membaca buku, berolahraga, dengar podcast, dan dengar musik. Let’s make sure your own list!

yuliyuliana

Beauty Newbie

25 - 29

03 Apr 2020

Sejujurnya selama ini aku suka escaping dari rumah karena relationship ku kurang baik dengan keluargaku, jadi aku menghindari stress dengan keluar dari rumah. Nah karena sekarang aku kebetulan wfh, jadi mau gamau harus stay di rumah kan dan itu bikin aku stress banget karena aku merasa sangat tidak nyaman di rumah. Gimana yah mbak ngatasinnya?

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@yuliyuliana Hai mba, semoga akhir pekanmu berjalan dengan nyaman ya! Dalam menjalani work from home dengan melihat pola relasi dan pola yang mba telah buat sebelumnya tentu tidak mudah untuk dilalui. Hanya saja, situasi ini tetap bisa kita latih kok! 1. Melatih diri membuat batasan dan aturan yang diinginkan – be assertive. 2. Cobalah untuk melakukan kegiatan yang meningkatkan perasaan aman pada diri, tentunya kegiatan tetap dilakukan #dirumahaja 3. Stay connected with your important person – supportive group or partner. 4. Coba lakukan hal yang kamu inginkan dan belum tercapai. 5. Komunikasi dengan cara yang nyaman misalkan dengan whatsapp, atau bertemu dengan batasan waktu, atau membuat post-it Situasi yang tidak ideal tidak dapat kita salahkan, karena kita sebagai individu belajar untuk mengendalikan hal yang memungkinkan untuk dikendalikan, serta mengenal situasi yang tidak dapat dikendalikan. Saat ini, terlebih dahulu kita upayakan yang memungkinkan. Selamat mencoba, mba. Semoga menemukan kenyamanan yang diharapkan!

kellykelly07

Beauty Newbie

25 - 29

03 Apr 2020

mbak aku biasanya kan sering ketemu dengan pasanganku kayak setiap minggu tuh pasti ketemu, nah karena physical distancing ini kita kan jadi gak bisa ketemu, karena jarak jauh malah jadinya ada aja yang bikin berantem, gimana yah managenya supaya gak berantem terus? hiks

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@kellykelly07 Hi mba, terima kasih masih ingin belajar! Saat ini kita berada dalam keadaan yang tidak ideal, maka kita tidak dapat menuntut kesempurnaan. Karena memang kondisi yang tidak ideal. Di saat seperti ini kita semakin ditunjukkan bahwa kedua dari kita butuh memahami bahwa pasangan kita adalah sumber dukungan terdekat yang dibutuhkan. Setelah dipahami hal yang masing-masing rasakan, maka keadaan ini akan lebih ringan untuk dilalui karena pikiran sudah lebih tenang. Mba dan pasangan dapat melakukan aktivitas virtual secara bersama seperti video call/ zoom, sharing movie by zoom, join games, do workout atau dinner virtual. Dalam berpasangan dibutuhkan kreativitas, maka itu kita butuh saling mencoba untuk meningkatkan kenyamanan dan penerimaan dari kedua belah pihak dimulai dari mengenal bahasa cinta antar pasangan. Selamat berkreasi dengan rasa, mba Kelly!

raniepermata

Beauty Newbie

25 - 29

03 Apr 2020

mbak di ig kan kamu sempat bahas tentang reconnect with yourself, nah boleh dong sharing gimana aja sih caranya untuk maintain koneksi dengan diri sendiri?

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@raniepermata Hi mba Ranie, nice to meet you virtually! Reconnect berarti momen untuk terkoneksi kembali dari diri dengan kehidupan. Terkoneksi maknanya beragam ya, terkoneksi dengan Tuhan, diri sendiri dan orang tercinta. Sadar gak kalau dalam situasi ini kita dengan diberikan ruang untuk slowing down dengan diri? Berhenti sejenak untuk menganalisa kembali dengan melihat kembali ke dalam diri dan sekitar, seperti: (1) Apa peranmu saat ini? (2) Hal yang telah dicapai? (3) Hal yang diharapkan untuk dicapai? (4) Analisa value hidup diri dan sejauh ini apa saja yang telah dijalani? (5) Apa hal yang ingin diperbaiki? Apa yang bisa saya coba mulai hari ini, besok, dan seterusnya secara perlahan tetapi pasti :’) Stimulusnya dapat diupayakan melalui; (1) membuat sesuatu seperti self-journaling / painting/ coloring/ dekor ulang rumah atau ruang tertentu; (2) latihan deep breathing; (3) temukan sumber aktivitas yang membuat nyaman; (4) relaksasi lain seperti meditasi atau yoga. Let’s find yours! Tons of luck! :)

BungaRmdhn

Beauty Newbie

19 - 24

03 Apr 2020

kak aku udah melakukan berbagai cara nih untuk biar social life aku tetep jalan, dari video call, main game bareng-bareng, sampe nonton netflix bareng-bareng juga supaya rasanya kayak lagi nobar hahaha tapi karena aktivitas berulang-ulang jadi kan ada bosennya juga yah kak, nah gimana sih cara ngakalin atau managenya kak supaya gak gampang bosen?

nuranabdat

Beauty Newbie

30 - 34

05 Apr 2020

@BungaRmdhn Hi dear, semoga harimu menyenangkan ya! Basically, rasa bosan itu wajar sekali, kenapa? Saat pandemi seperti ini kita diharapkan untuk melakukan physical distancing, otomatis membuat kita beraktivitas dari rumah sehingga mengurangi beberapa standar interaksi sosial secara langsung yang dilakukan. Maka, perasaan yang muncul adalah rasa bosan. Lalu, kita coba mengalihkan ke aktivitas yang serupa atau baru, kemudian berulang kembali rasa bosan dan kesepian. Saat ini yang kita butuhkan adalah menghadapi situasi ini dengan: (1) Saat membuat rutinitas pastikan buat pattern yang jelas dalam aktivitas (bukan bertujuan hanya “mengalihkan”), belajar menikmati aktivitasnya dan meninjau ulang hasil aktivitas yang telah dilakukan secara bertahap. Jadi aktivitasnya tidak diukur dari kuantitas, akan tetapi pola yang dibuat dengan seksama dan rutin, maka membuat kita menikmati prosesnya, hingga menumbuhkan rasa puas dengan standar yang berbeda. (2) Latih diri dengan deep breathing (menarik nafas mendalam dengan perlahan, coba teknik pernafasan 4-7-8, yuk!) (3) Mulai lakukan grounding. Grounding yaitu menghayati hal yang sedang dilakukan oleh diri kita saat itu, melalui analisa dan pemaknaan penglihatan, penciuman, pengecap, pendengaran, dan peraba. Selamat menikmati percobaan kembali ya! Let you feel your moment!